Oleh Aris Setiyanto


1./

Saat kesunyian merasuki

Rumah yang ramah

Tak kutemukan Ayah, siapapun

Hawa di ujung ubun

Melucuti kemeja usang

dan kalung basir

Tubuh tanpa selarik benang pun

Kasuari, kepakkan sayapnya terbang

Di langit yang lazuardi, sosoknya bergumul.


2./

Ruang persegi ini mengerang

Ambin reyot mengejang

Jetenangan dilumat bibir hari

Tirai bergoyang menyimpan adegan

Saat ini pertemukan aku lelaki-lelaki

Pernah, suatu malam menusuk ragaku yang duka

Seusai disamunnya perjaka di dadaku

Pada secangkir kopi pagi

Ia titipkan buah-buah hati.


3./

Jika aku bisa

Ingin aku lumat kasuari-kasuari ini

Kasuari di puncak kakiku sendiri

Seperti telah dikembangkannya layar

Seperti bianglala,

Terbit di benaknya yang jalang

Tubuhku adalah wanita-wanita

Yang menyimpan gunung-gunung

Namun, telaga yang manis di ujung kedewasaan.


Maguwo, 30 Mei 2021